Rencana?

Assalamualaikum hehehe saya mau nulis curhat lagi nih.
Kali ini saya mau bahas soal rencana saya kedepannya. Saya saat ini sedang menjalani hubungan serius dengan seseorang. Nah saat ini dia pulkam sekalian membicarakan hubungan kami dengan keluarganya dan alhamdulillah dari sana udah dapet lampu hijau, dia bilang kalau udah sampe jakarta mau bahas masalah cincin tunangan. Iya saya seneng aja but saya galau lagi untuk masalah setelah menikahnya. Saya udah rencana dulu kalau saya menikah, saya ingin tetap bekerja tapi nggak dirumah sakit atau yang ada shift malam. Saya mau kayak orang-orang, berangkat pagi pulang sore, satu-minggu libur dan tanggal merah libur jadi waktu bersama keluarga baru lebih efisien.
Saya udah searching kerjaan yang bisa dilakukan lulusan perawat. Alternatifnya di asuransi atau BPJS (tapi saya bingung mau ambil bagian apaT_T). Saya udah lama ada omongan tentang ini ke ibu bapak tapi sepertinya kayak angin lalu aja. Lagian nanti kalau menikah yang menentukan adalah suamiku bukan orangtuaku lagi. Habis, kalau liat gimana peran ibu bekerja dengan shift 24 jam pada kakakku, bisa kelihatan kurangnya ikatan ibu dan anaknya yang pertama. Anaknya yang pertama ini lebih nempel sama neneknya ketimbang ibu kandungnya sendiri.
Makanya itu saya mau antisipati hal ini dengan mengubah jam kerja. Dan jujur kerja di rs itu menurutku lebih berat dan batin. Kadang kita mikir "duh gimana kalau aku atau keluargaku sakit dibuat seperti ini?" "Kalau aku berbuat begini pasti ada balasannya" dan lain-lain. Ya Allah berat juga ternyata. Apalagi saya belum selesai ujian kredensial. Aduh kita maunya udah nggak ada teori apapun itu setelah kerja malah ada begituan. Ya Allah gustiT_T
Saya hanya mau hidup tenang tanpa adanya ujan lagi, Fokus urus keluarga di rumah. Lagi urus suami ma anak malah pusing ujianT_T
Dan satu lagi yang saya pikirkan. Saya mau menikah tapi... nggak mau punya anak. Hehehe aduh bener-bener pikiran yang aneh plus jahat banget ya. Alasannya? saya memikirkan masa depan yang pasti berubah yang menurut saya malah ke arah negatif. Intinya saya takut jika saya nggak bisa membesarkan anak dengan baik. Anak itu adalah titipan Allah SWT. Kita yang menentukan akan menjadi apa anak itu nanti dan kita yang diminta pertanggung jawaban di akhirat kelak. Saya belum sanggup dan mampu untuk tanggung jawab besar begitu. Saya berpikir, kalau saya menikah tapi belum memiliki anak, mertuaku pengen banget pegang cucu, saya memberikan pilihan ke suami untuk menikah lagi tapi dia harus melepas saya alias cerai, suami setuju dan saya jadi berstatus janda. Toh mindset disini pasti mikir lagi kalau mau menikahi janda. Aduh pikirannya gini amat ya? dapat dari mana ide begini?^_^
Ini baru rencana sesaat yang entah kenapa muncul dikepala. Belum tentu terjadi kan? tapi nggak tahu kenapa saya malah maunya... astagfirullah apa yang kupikirin. Semua peristiwa dan rencana Allah yang punya bukan saya. Semoga aja rencana aneh ini akan menguap begitu aja, aamiin
Udah sekian pikiran yang ganggu di kepala. Daripada nggak dikeluarin malah stres
Wassalamualaikum

Komentar